
7 kali dilihat
Medan — Semangat perjuangan dan solidaritas pekerja telekomunikasi Indonesia memasuki babak baru. Dari Kota Medan, Sumatera Utara, langkah untuk membangun wadah perjuangan bersama bagi pekerja di sektor telekomunikasi resmi mulai digerakkan melalui Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia (SPTI).
SPTI akan melakukan penyerahan berkas pendirian Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia kepada Dinas Tenaga Kerja Kota Medan sebagai bagian dari proses pembentukan organisasi pekerja yang diharapkan dapat menjadi wadah bersama dalam memperjuangkan, melindungi, dan meningkatkan kesejahteraan pekerja telekomunikasi di Indonesia.
Ketua Umum Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia (SPTI), GUNTUR RISBOA, mengatakan bahwa langkah tersebut bukan semata-mata pembentukan sebuah organisasi, tetapi merupakan langkah bersama yang lahir dari kesadaran para pekerja terhadap kondisi industri telekomunikasi saat ini.
“Perjuangan solidaritas pekerja Telekomunikasi Indonesia dimulai dari Kota Medan, kota pertempuran. Semoga langkah bersejarah ini membawa kesejahteraan secara perlahan-lahan kepada seluruh pekerja Telekomunikasi Indonesia di manapun berada,” ujar GUNTUR RISBOA.
Menurutnya, keberadaan SPTI diharapkan menjadi wadah yang dapat memperjuangkan agar hak-hak pekerja dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan Republik Indonesia.
Perjuangan tersebut mencakup seluruh pekerja yang berada dalam ekosistem industri telekomunikasi, mulai dari karyawan perusahaan subkontraktor telekomunikasi, vendor perusahaan telekomunikasi, hingga karyawan perusahaan operator telekomunikasi.
“Dengan keberadaan wadah Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia ini, kami berharap semua hak-hak para pekerja dapat berjalan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan Republik Indonesia,” tegasnya.
Industri Telekomunikasi Membutuhkan Solidaritas Pekerja
Guntur Risboa menilai kondisi industri telekomunikasi saat ini menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah persoalan harga jasa pekerjaan yang dinilai semakin rendah dan belum sepenuhnya sebanding dengan berbagai biaya serta pengeluaran yang harus ditanggung perusahaan subkontraktor telekomunikasi.
“Kita melihat industri telekomunikasi saat ini sedang tidak kondusif. Harga jasa begitu rendah dan tidak sebanding dengan pengeluaran-pengeluaran perusahaan subkontraktor Telekomunikasi Indonesia khususnya,” katanya.
Kondisi tersebut, menurutnya, pada akhirnya juga dapat memberikan dampak terhadap keberlangsungan usaha dan kesejahteraan para pekerja yang berada di dalam rantai industri telekomunikasi.
Karena itu, SPTI mengajak seluruh pekerja telekomunikasi untuk membangun kesadaran bersama bahwa persoalan ketenagakerjaan tidak dapat diperjuangkan secara sendiri-sendiri.
Bersatu, bersolidaritas, dan membangun organisasi pekerja yang kuat dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan industrial yang lebih adil dan berkeadilan.
Medan Menjadi Titik Awal Perjuangan
Kota Medan dipilih sebagai salah satu titik awal perjuangan pembentukan SPTI. Dari Medan, semangat tersebut diharapkan dapat menyebar ke berbagai daerah di Indonesia sehingga para pekerja telekomunikasi di seluruh wilayah memiliki ruang untuk bersatu dan menyampaikan aspirasi secara terorganisasi.
“Langkah ini adalah langkah bersama. Langkah yang dimulai dari kesadaran. Kami berharap SPTI dapat menjadi perwakilan dan wadah perjuangan bagi seluruh insan Telekomunikasi Indonesia di manapun berada,” ungkap Guntur Risboa.
Ia menegaskan bahwa SPTI terbuka terhadap seluruh pekerja telekomunikasi yang memiliki semangat membangun persatuan, memperjuangkan hak pekerja, dan meningkatkan kesejahteraan bersama sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Menuju Indonesia Maju 2045
Perjuangan pekerja telekomunikasi juga ditempatkan dalam konteks cita-cita besar pembangunan Indonesia menuju Indonesia Maju 2045.
SPTI berharap pekerja telekomunikasi dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional karena sektor telekomunikasi merupakan salah satu fondasi utama konektivitas, transformasi digital, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
“Semoga langkah ini menjadi perwakilan bagi seluruh insan Telekomunikasi Indonesia di manapun berada menuju semangat Indonesia Maju 2045, sebagai cita-cita Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak Gibran Rakabuming Raka,” ujar Risboa.
Ajakan untuk Seluruh Pekerja Telekomunikasi
Sejalan dengan dimulainya proses pembentukan SPTI, seluruh pekerja telekomunikasi Indonesia diajak untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mengambil bagian dalam perjuangan bersama.
Karyawan subkontraktor, karyawan vendor, maupun karyawan perusahaan operator telekomunikasi diharapkan dapat bersama-sama membangun solidaritas dan memperkuat wadah pekerja yang memperjuangkan hak serta kesejahteraan secara bermartabat dan sesuai hukum.
Dari Kota Medan kita mulai. Dari solidaritas kita bersatu. Dari persatuan pekerja kita bangun masa depan industri telekomunikasi Indonesia yang lebih adil, profesional, dan sejahtera.
Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia (SPTI)
Solidaritas • Profesionalitas • Inovasi • Kesejahteraan
