ARTICLE - 01 Oktober 2026 - 48 kali dilihat

DPP FSPTI: Pancasila Pemersatu Bangsa, Momentum Memperkuat Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja Telekomunikasi

Di Hari Kesaktian Pancasila ini, kami berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun hubungan industrial yang berkeadilan. Seluruh pekerja telekomunikasi harus mendapatkan keadilan, kepastian dalam bekerja, serta kesempatan untuk hidup dan bekerja secara sejahtera,”

DPP FSPTI: Pancasila Pemersatu Bangsa, Momentum Memperkuat Keadilan dan Kesejahteraan Pekerja Telekomunikasi
48 kali dilihat
Medan, 1 Oktober 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Dewan Pimpinan Pusat Federasi Serikat Pekerja Telekomunikasi Indonesia (FSPTI) mengajak seluruh pekerja telekomunikasi Indonesia untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun dunia kerja yang adil, bermartabat, dan menjunjung tinggi kesejahteraan pekerja. Dengan tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, FSPTI memandang bahwa semangat persatuan dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Pancasila perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk dalam hubungan industrial dan kehidupan para pekerja. Ketua Umum FSPTI, Guntur OR Tondang, menyampaikan bahwa pekerja telekomunikasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan konektivitas dan pembangunan Indonesia. Karena itu, kontribusi pekerja perlu diiringi dengan perhatian terhadap hak, perlindungan, kepastian kerja, dan kesejahteraan mereka. “Di Hari Kesaktian Pancasila ini, kami berharap nilai-nilai Pancasila tidak hanya menjadi dasar kehidupan berbangsa, tetapi juga menjadi pedoman dalam membangun hubungan industrial yang berkeadilan. Seluruh pekerja telekomunikasi harus mendapatkan keadilan, kepastian dalam bekerja, serta kesempatan untuk hidup dan bekerja secara sejahtera,” ujar Guntur OR Tondang. Menurut FSPTI, semangat Persatuan Indonesia menjadi semakin penting di tengah dinamika industri telekomunikasi yang terus berkembang. Pekerja dari berbagai wilayah, perusahaan, profesi, dan bidang pekerjaan memiliki kontribusi dalam membangun infrastruktur serta layanan telekomunikasi yang mendukung aktivitas masyarakat dan perekonomian nasional. FSPTI juga mengajak seluruh pemangku kepentingan—pekerja, serikat pekerja, perusahaan, dan pemerintah—untuk memperkuat dialog serta kerja sama dalam menciptakan hubungan industrial yang sehat. Perbedaan kepentingan hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku. “Pancasila mengajarkan kita tentang persatuan, kemanusiaan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut harus kita hadirkan dalam dunia kerja. Pekerja membutuhkan kepastian, perusahaan membutuhkan produktivitas, dan negara membutuhkan industri yang kuat. Semuanya dapat berjalan bersama apabila dibangun dengan keadilan dan tanggung jawab,” lanjut Guntur. Pada momentum Hari Kesaktian Pancasila 2026, DPP FSPTI menyerukan agar semangat persatuan terus diperkuat di kalangan pekerja telekomunikasi di seluruh Indonesia. Dengan solidaritas dan komitmen bersama, FSPTI berharap pekerja telekomunikasi dapat menjalankan profesinya dengan aman, mendapatkan perlindungan sesuai ketentuan yang berlaku, serta memperoleh kehidupan yang layak dan sejahtera. “Mari kita jadikan Pancasila sebagai semangat untuk terus membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. Mari kita jaga persatuan pekerja telekomunikasi dan bersama-sama membangun dunia kerja yang lebih baik,” tutup Guntur OR Tondang. DPP FEDERASI SERIKAT PEKERJA TELEKOMUNIKASI INDONESIA (FSPTI) KETUA UMUM GUNTUR OR TONDANG “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”
Bagikan berita
WhatsAppFacebookXLinkedIn
Butuh bantuan?Chat WhatsApp